Pernyataanini merujuk pada puncak-puncak kebudayaan daerah dan kebudayaan suku bangsa yang bisa menimbulkan rasa bangga bagi orang Indonesia jika ditampilkan untuk mewakili identitas bersama. Nunus Supriadi, “Kebudayaan Daerah dan Kebudayaan Nasional”. Pernyataan yang tertera pada GBHN tersebut merupakan penjabaran dari UUD 1945 Pasal 32. BeliAdat Istiadat Daerah Nusa Tenggara Barat di Lapak Aneka Buku. Promo khusus pengguna baru di aplikasi Tokopedia! Download Tokopedia App. Tentang Tokopedia Mitra Tokopedia Mulai Berjualan Promo Tokopedia Care. Kategori. Masuk Daftar. rx BUKUAdat Istiadat Daerah Nusa Tenggara Barat Ahmad Amin, dkk.; Description not available Collection Location Perpustakaan Terpadu Ditjen Kebudayaan Detail Information Series Title - Call Number 392.865 AHM a Publisher Jakarta, Indonesia : Proyek Pengkajian dan Pembinaan Nilai-nilai Budaya Pusat Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Di ., 1997 Lihatjuga Makanan Khas Daerah. Itulah 10 makanan khas NTT yang pastinya berbeda dengan makanan khas daerah lain. Jika kita perhatikan, bahan dasar yang paling sering digunakan adalah jagung bukan beras / nasi. Itu karena di NTT jagung digunakan sebagai makanan pokok pengganti nasi. Semoga informasi di atas bermanfaat. Sejarahkebudayan dan Adat Istiadat Suku Dompu. Suku Dompu adalah salah satu etnis yang terdapat di pulau Sumbawa kabupaten Dompu provinsi Nusa Tenggara Barat dengan populasi diperkirakan lebih dari 80.000 TariOncer. Tarian Oncer ialah sebuah kesenian tari tradisional yang berasal dari kebudayaan Suku Sasak yang ada di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sejarah tarian ini dibuat dan diciptakan pada tahun 1960an oleh seorang tokoh dan seniman yang berasal dari desa Puyung, Kabupaten Lombok Tengah yang bernama Muhammad Tahir. 8 Desa adat adalah desa yang dibentuk berdasarkan adat istiadat, budaya dan norma-norma adat yang masih berlaku dalam wilayah persekutuan masyarakat adat tertentu. 9. Dusun adalah bagian wilayah dalam desa yang merupakan lingkungan kerja pelaksanaan pemerintah desa. 10. Kelurahan adalah wilayah kerja lurah sebagai perangkat kabupaten LAYANANE-PPID NUSA TENGGARA BARAT Para pemuda yang berkumpul dalam Kongres Pemuda memiliki latar belakang agama, suku, bahasa dan adat istiadat yang berbeda. Namun, fakta sejarah menunjukkan bahwa sekat dan batasan-batasan tersebut tidak menjadi halangan bagi para pemuda Indonesia untuk bersatu demi cita-cita besar Indonesia. Inilah Pakaianadat dari Nusa Tenggara Barat adalah pakaian adat lombok. Pakaian ini biasanya di pakai dalam acara tertentu misalnya seperti acara upacara adat, pesta perkawinan dan lain-lain. 19. Provinsi Nusa Tenggara Timur – Pakaian Adat Nusa Tenggara Timur. Pria Rote biasanya memakai ti’langga untuk aksesoris pakaian tradisional Nusa Tenggara · BUDAYA DAN RITUAL TIMOR-LESTE. Di Dili ada ritual gulung tikar, dimana biasanya ada suatu masalah dan diselesaikan secara uQzdO. Kebudayaan Nusa Tenggara Barat NTB- Halo teman teman gimana kabarnya nih? Semoga baik-baik aja ya hehe. Oh iya! Apakah kalian sudah pernah berkunjung ke Nusa Tenggara Barat NTB? Bagaimana kebudayaan di sana? Tahukah kalian apa saja kebudayaan di Provinsi Nusa Tenggara Barat?Nah di artikel ini saya akan membahas kebudayaan yang terdapat di provinsi yang kita lebih kenal dengan sebutan NTB yakni Nusa Tenggara Barat NTB.Setelah kemarin kita membahas kebudayaan Jawa Timur dan Kebudayaan Nusa Tenggara Timur, sekarang gilang provinsi tetangga nya yaitu Nusa Tenggara Barat. Penasaran? Yuk baca artikel ini sampai habis ya!Contents1 Kebudayaan Nusa Tenggara Barat2 Rumah Adat – Kebudayaan Nusa Tenggara Rumah Dalam Istana Rumah Adat Rumah Adat Bale Rumah Adat Bale Rumah Adat Berugaq Sekenam3 Pakaian Adat – Kebudayaan Nusa Tenggara Pakaian Pakaian Pakaian Adat Suku Bima – Pakaian adat kaum laki-laki Bima4 Tarian adat – Kebudayaan Nusa Tenggara Barat5 Senjata Tradisional – Kebudayaan Nusa Tenggara Barat6 Lagu Daerah Nusa Tenggara Barat7 Tenggara Barat atau NTB merupakan provinsi yang berada pada bagian barat Kepulauan Nusa Tenggara di Indonesia. Ibu kota provinsi ini yaitu kota Mataram, dan provinsi ini memiliki beberapa kota serta kabupaten yang tentunya mempunyai keanekaragaman budaya dan adat istiadat masing-masing. Provinsi ini memiliki dua pulau terbesar di bagian Barat ada Lombok dan di bagian Timur ada pulau mencatat provinsi ini pada asal nya termasuk bagian wilayah Provinsi Sunda Kecil yang beribu kota Singaraja. Namun kemudian wilayah Provinsi Sunda Kecil ini dipecah menjadi 3 provinsi yaituBaliNusa Tenggara BaratNusa Tenggara Bangsa Nusa Tenggara BaratMayoritas suku di provinsi ini yaitu suku Sasak dari Lombok, sementara masyarakat Bima suku Mbojo dan Sumbawa adalah kelompok etnis terbesar di Pulau Sumbawa. Berikut ini daftar beberapa suku atau etnis yang terdapat di Nusa Tenggara 68%Bima 14%Sumbawa 8%Bali 3%Jawa 2%Mayoritas suku di provinsi ini yaitu suku Sasak dari LombokBahasa Daerah Nusa Tenggara BaratIndonesia bahasa resmiSasakSamawaMbojoBaliJawaMelayuBahasa sehari-hari masyarakat NTB adalah bahasa sasakAgamaMayoritas penduduk Nusa Tenggara Barat beragama Islam, yaitu sekitar 94%. Berikut daftarnyaIslam Protestan penduduk Nusa Tenggara Barat beragama Islam, yaitu sekitar 94%Nah berikut ini beberapa adat istiadat atau kebudayaan yang terdapat di Nusa Tenggara Barat. Simak penjelasannya di bawah Adat – Kebudayaan Nusa Tenggara BaratProvinsi Nusa Tenggara Barat ini memiliki beberapa Rumah Adat yang menarik untuk kita ketahui, berikut ini beberapa daftar rumah adat yang terdapat di Nusa Tenggara Barat. Simak penjelasannya di bawah iniRumah Dalam adat yang akan kita bahas pertama dari provinsi ini yaitu rumah adat dalam loka, rumah ini adalah rumah asli para raja Sumbawa dahulu, desain nya pun asli dari para raja tersebut, rumah ini sangat kental dengan agama islam, karena memang ajaran islam cukup kental di provinsi pengaruh islam berdampak pada kehidupan kebudayaan masyarakat Nusa Tenggara Barat, termasuk rumah Dalam Loka ini mempunyai makna Istana Dunia. Hal ini berkaitan dengan kegunaan dari rumah adat tersebut yang dipakai sebagai tempat tinggal raja dan merupakan tempat pusat pemerintahan Sumbawa di kala ini berukuran cukup besar dan memiliki 99 tiang yang dimana disetiap tiang terdapat Asmaul Husna ajaran Islam. Tiang-tiang ini dibagi menjadi dua bagian dan tiang-tiang inilah yang menopang rumah, tiang-tiang ini di sebut dengan Bala Rea yang artinya graha besar dan graha ini memiliki beberapa ruangan yaituLunyuk Agung terdapat dibagian depan, fungsinya untuk tempat pertemuan, musyawarah, serta acara Mas pada bagian sebelah Lunyuk Agung, gunanya sebagai tempat permaisuri, istri menteri, atau staf jika sedang berlangsung upacara dalam di bagian Barat dan Utara. Ruangan ini dipisah dengan memakai sekat kelambu. DI bagian Barat berguna untuk tempat sholat, dan di bagian Utara digunakan sebagai tempat tidur permaisuri dan para dalam di bagian Timur, terdiri dari 4 kamar yaitu 1 untuk tempat putra, putri, raja, dan orang yang sudah Sidang, di bagian belakang bala rea dan berfungsi sebagai tempat sidang serta tempat tidur mandi di bagian luar ruangan Bulo, digunakan sebagai tempat bermain anak luar istana, terdapat beberapa ruangan seperti kebun istana, gapura, rumah jam, dan lonceng sejarah, Istana Sumbawa ini mulai berkembang di masa pemerintahan Sultan Muhammad Jalaluddin Syah 3. Rumah adat ini terletak di Kota Sumbawa Besar. Rumah ini digunakan sebagai tempat tinggal raja dan tempat menyimpan benda-benda berharga dan artefak di Kabupaten Adat ini adalah rumah adat NTB yang berasal dari suku Sasak. Rumah adat ini terletak di dusun Sade, desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah. Sampai sekarang desa Sade masih memegang teguh tradisi dan kelestarian rumah adat ini sehingga rumah adat ini masih terjaga hingga saat Sasak mempunyai kepercayaan bahwa untuk membangun rumah ini ada aturan-aturan khusus seperti aturan kapan waktu yang tepat untuk mendirikan rumah ini, jika aturan tersebut mereka abaikan, diyakini bahwa akan ada nasib buruk ketika menempati rumah Adat Bale adat ini masih terdapat di suku Sasak, rumah ini terlihat unik dari bentuk nya yang panggung, atapnya berujung runcing dan lebar, atapnya mempunyai jarak sekitar 1,5 sampai 2 meter dari tanah dan berdiameter 1,5 sampai 3 serta atap rumah ini dibuat dari jerami dan alang-alang, dinding dari anyaman bambu, lantai dari papan yang disangga dengan beberapa tiang dan pondasi dari batu dan Adat Bale Bale Jajar ini merupakan tempat tinggal untuk suku Sasak dengan ekonomi menengah ke atas. Rumah ini memiliki dua delam Bale dan Satu Serambi yang disebut Sesangkok. Selain itu, Bale ini juga mempunyai sambi yang berguna untuk tempat menyimpan bahan makanan dan keperluan rumah lainnya. Pada bagian depan juga dilengkapi dengan sekepat dan di bagian belakang dilengkapi dengan Adat Berugaq adat ini mempunyai enam tiang penyangga. Berugaq Sekenam berfungsi sebagai tempat belajar tentang nilai-nilai kebudayaan, tata kerama, dan sebagai ruangan berkumpul ini cukup sederhana dengan atap dari ilalang dan tidak ada Adat – Kebudayaan Nusa Tenggara Tenggara Barat ini didominasi oleh dua budaya yaitu budaya suku Sasak dan suku Bima, akan tetapi di tingkat Nasional yang sering terkemuka adalah budaya suku Sasak, termasuk pakaian adat suku Sasak ini menjadi ikon pakaian tradisional Nusa Tenggara Adat Suku SasakPada zaman sekarang, pakaian adat suku Sasak yang masih bisa kita temukan sebagai bukti kebudayaannya adalah pakaian adat Lambung dan Pegon. Pakaian ini memiliki ciri khas karakteristiknya sendiri. Mari kita bahas penjelasannya dibawah LambungPakaian adat ini dikenakan khusus bagi wanita pada waktu menyambut kedatangan tamu dan pada saat upacara adat yang dikenal dengan nama Mendakin atau ini berwarna hitam dengan bentuk kerah huruf “V”, tanpa lengan, dan dihiasi manik-manik pada tepian jahitan. Pakaian ini dilengkapi selendang yang bercorak Ragi Genep pada bahu kanan atau bawahan, dipakai kain panjang yang dibalutkan pada pinggang. Pakaian ini biasanya dilengkapi aneka ragam aksesoris seperti gelang tangan dan kaki, anting berbentuk bulat, dan bunga cempaka atau mawar yang terselip di sanggulan PegonPakaian adat ini dikenakan oleh laki-laki. Pakaian ini merupakan hasil adaptasi dari kebudayaan Eropa dan Jawa yang dibawa ke Nusa Tenggara Barat di masa lalu. Bentuk pakaian ini adalah jas hitam. Sedangkan untuk bawahannya, dikenakan Wiron atau Cute yakni batik bermotif nangka dengan bahan kain pelung Adat Suku Bima – RimpuPakaian adat rimpu ini berasal dari suku bima. Pakaian ini bentuknya hampir sama dengan bentuk mukena, yaitu satu bagian menutupi kepala sampai perut serta satu bagian lainnya menutupi perut sampai ini memiliki fungsi yaituRimpu Cili khusus bagi perempuan yang belum menikah, pakaian ini menutupi seluruh tubuh kecuali mata, Colo bagi perempuan yang telah menikah. Pakaian ini menutupi seluruh tubuh kecuali adat kaum laki-laki BimaPakaian adat Laki-laki suku Bima biasanya mereka memakai ikat kepala dari kain tenun dengan nama Sambolo. Sambolo dipakai dengan ujung-ujung melingkari kepala. Atasan pakaian pria berbentuk kemeja lengan panjang dan bawahannya sarung songket yang disebut Tembe Me’e. Pakaian bawahan dilengkapi selendang sebagai ikat pinggang atau adat – Kebudayaan Nusa Tenggara tarian rudat Nusa Tenggara BaratNusa Tenggara Barat memang terkenal dengan ragam jenis tarian adat, berikut daftar tarian yang terdapat di Nusa Tenggara Tarian Asal Keterangan1Tari Buja KanandaSuku Bima Dimainkan 2 orang laki laki2Tari GandrungBanyuwangiTarian Ritual3Tari Gendang BaleqSuku SasakDimainkan berkelompok4Tari LenggoSuku BimaTarian Istana5Tari Nguri Suku Sumbawa Tarian Ritual Masyarakat6Tari Oncer Suku Sasak Tarian berkelompok7Tari Peresean Suku Sasak Tarian Ritual8Tari Rudat Suku Sasak Ritual penyamnbut tamu9Tari sanggulu Suku Bima Tarian Maulid Nabi Saw10Tari Wura Bongi MoncaSuku Bima Tarian RitualSenjata Tradisional – Kebudayaan Nusa Tenggara beberapa senjata yang menjadi ciri khas dari Nusa Tenggara Barat, berikut daftarnyaNoNamaAsal Keterangan1KerisLombokKeris Lombok berukuran besar dan panjang sekitar 58 cm sampai 71 lombokKlewang merupakan pedang khas tentara khusus kerajaan Lombok3TulupSuku Sasak LombokTulup merupakan salah satu senjata tradisional berburu Suku Sasak, Lombok4GolokSuku Sasak LombokGolok tradisional Lombok khusus untuk kalangan tertentuLagu Daerah Nusa Tenggara BaratNoNama Asal1Halele U Ala De TeangSuku Sasak2Tutu KodaSunda Kecil3Pai Mura RameSuku Bima4Tebeb O NanaSunda KecilPenutupDemikian penjelasan tentang kebudayaan yang ada di provinsi Nusa Tenggara Barat ini, semoga bermanfaat. Terima kasih 🙂 Rumah Adat NTB – Indonesia memiliki berbagai macam rumah adat sebagai warisan bangsa. Setiap rumah adat dibangun dengan ciri khas dan identitas dari setiap daerah di Indonesia. Seperti halnya di Nusa Tenggara Barat, terdapat rumah adat NTB yang unik dan khas. Rumah adat NTB dibangun dengan karakteristik tertentu sesuai kepercayaan suku yang mendiami daerah tersebut. Rumah-rumah yang dibangun dengan bahan material sederhana namun cukup memberikan peranan penting bagi kelangsungan hidup masyarakat tersebut, yakni suku Sasak. Kira-kira bagaimana penjelasan lengkap mengenai rumah adat NTB? Dan bagaimana keunikan dari bangunan tradisional tersebut? Yuk mari kita simak selengkapnya pada penjelasan di bawah ini. Rumah Adat NTB Bale Lumbung Rumah adat NTB Di provinsi Nusa Tenggara Barat, terdapat rumah tradisional khas daerah NTB. Di sana terdapat beberapa rumah tradisional sebagai warisan leluhur masyarakat yang mendiami tanah Sumbawa, yakni suku Sasak, suku Bima, dan suku Sumbawa. Rumah adat NTB merupakan bangunan unik dan khas. Setiap rumah dibangun dengan aturan-aturan sesuai dengan adat istiadat dan kepercayaan masyarakat setempat. Setiap bangunan adat di NTB juga dibangun dengan nilai-nilai filosofis yang diyakini suku yang mendiami, sehingga tidak heran jika rumah adat NTB dibangun tidak sembarangan dan menjadi identitas masyarakat tersebut. Mengenal 6 Jenis Rumah Adat NTB Rumah adat NTB dibedakan menjadi 6 jenis rumah. Kelima rumah adat tersebut meliputi rumah adat Bale, rumah adat Bale Lumbung, rumah adat Bale Jajar, rumah adat Bale Bonder, rumah adat Dalem Loka, dan rumah adat Berugaq Sekapat. Adapun penjelasan mengenai keenam jenis rumah tersebut adalah sebagai berikut. No Rumah Adat Nusa Tenggara Barat 1 Rumah Adat Bale 2 Rumah Adat Bale Lumbung 3 Rumah Adat Bale Jajar 4 Rumah Adat Bale Bonder 5 Rumah Adat Dalem Loka 6 Rumah Adat Berugaq Sekapat Rumah Adat Bale Rumah Adat Bale Rumah adat NTB yang pertama adalah rumah adat Bale. Rumah Bale merupakan rumah tradisional bagi suku Sasak. Bangunan tradisional ini berada di desa Sade, Lombok Tengah. Sampai saat ini, di Desa Sade masih menjaga kelestarian dan keaslian dari rumah adat tersebut. Suku Sasak membangun rumah tradisional Bale tidaklah sembarangan, mereka membangun rumah adat tersebut dengan memperhatikan nilai-nilai aturan yang mereka percayai. Salah satu aturan yang mereka percayai adalah aturan kapan waktu yang tepat untuk mendirikan rumah, jika aturan tersebut dilanggar, maka niscaya akan mendapati nasib buruk ketika menghuni rumah tersebut. Desa Sade sendiri merupakan desa yang memiliki kebudayaan telah banyak diketahui oleh para wisatawan lokal bahkan hingga ke mancanegara. Di sana juga terdapat beragam kebudayan lain khas Nusa Tenggara Barat. Rumah Adat Bale Lumbung Rumah Adat Bale Lumbung Rumah adat NTB yang kedua adalah rumah adat Bale Lumbung. Rumah Bale Lumbung bukan merupakan bangunan tempat tinggal, melainkan bangunan yang berfungsi sebagai tempat menyimpan barang. Biasanya hasil panen dari ladang atau sawah disimpan di rumah adat NTB tersebut, salah satunya adalah padi yang disimpan sementara di rumah Bale Lumbung. Bangunan Bale Lumbung dibangun dari material yang sederhana dan bahan yang cukup mudah dicari di Maluku. Pada bagian atap Bale Lumbung dibuat dari bahan jerami sebagai penutup seluruh bagian rumah. Sementara pada bagian dalam dinding, rumah dibuat dari bahan anyaman bambu yang disusun berjajar secara rapi. Bentuk rumah adat ini cukup unik. Jika dilihat dari penampakan luar, bentuk Bale Lumbung ini mirip dengan topi para perompak di lautan, dengan bentuk agak bulat dan tinggi. Rumah Bale Lumbung dibangun dengan mengusung konsep rumah panggung. Bentuk bangunan tersebut dipilih sebagai antisipasi adanya tikus atau banjir yang kerap melanda pulau NTB. Rumah Adat Bale Jajar Rumah Adat Bale Jajar Rumah adat NTB selanjutnya adalah rumah Bale Jajar. Rumah tradisional Bale Jajar tergolong rumah hunian bagi masyarakat setempat di NTB, yakni suku Sasak. Jika dilihat dari struktur bangunan, terdapat dua ruang utama yang bisa ditemukan di Bale Jajar ini. Ruang pertama disebut dengan Sesangkong yang biasanya digunakan sebagai tempat penyimpanan persediaan pangan. Menurut adat NTB, Sesangkong memiliki fungsi yang sama seperti dapur. Ruang kedua pada rumah Bale Jajar adalah ruang Dalem Bale. Ruang tersebut merupakan ruang utama yang biasa digunakan sang pemilik rumah. Sama halnya dengan bangunan Bale Lumbung, rumah adat Bale Jajar dibangun dengan bahan material yang cukup sederhana. Bentuk rumah adat ini tergolong rumah adat dengan desain normal. Atap Bale Jajar menggunakan bahan jerami dan dindingnya menggunakan bahan anyaman bambu. Rumah Adat Bale Bonder Rumah Adat Bale Bonder Rumah adat Bale Bonder merupakan salah satu rumah adat NTB. Rumah Bale Bonder tergolong rumah dengan bangunan paling besar di NTB. Rumah Bale Bonder memiliki ukuran dengan mencapai luas 50 meter persegi. Ukuran bangunan yang besar ini dipilih karena sebagai hunian bagi para tokoh adat di daerah tersebut. Tokoh adat bisa disetarakan sebagai para perangkat desa atau dusun di sekitar wilayah tersebut. Oleh karena itu, rumah Bale Bonder ini dibangun di setiap wilayah seluas desa atau dusun. Desain bangunan Bale Bonder mirip dengan bangunan Bale Jajar. Pada rumah adat NTB ini terdapat satu ruang khusus bagi pemilik rumah. Ruang khusus tersebut biasa digunakan jika ada hal penting yang harus diputuskan melalui musyawarah bersama. Secara khusus ruangan ini juga disebut sebagai ruang pengadilan jika terjadi kasus di wilayah desa atau dusun tersebut. Karena ukuran bangunan Bale Bonder tergolong besar, maka Bale Bonder membutuhkan beberapa tiang penyangga. Diketahui bahwa Bale Bonder menggunakan setidaknya minimal delapan sampai sepuluh tiang penyangga bangunan. Akan tetapi terdapat beberapa Bale Bonder yang bahkan dilengkapi tiang sebanyak 20 tiang penyangga. Hal ini merupakan kondisi khusus bangunan yang dibangun memiliki luas yang sangat besar dibandingkan bangunan Bale Bonder pada umumnya. Rumah Adat Dalem Loka Rumah Adat Dalem Loka Rumah adat NTB yang berikutnya adalah rumah adat Dalem Loka. Rumah Dalem Loka merupakan tempat tinggal para raja. Nama Dalem Loka diambil dari bahasa daerah Sumbawa yang memiliki arti istana. Istana Dalem Loka dibangun pertama kali pada tahu 1885 oleh Sultan Muhammad Jalalludin III yang memerintah Kerajaan Sumbawa pada 1883 sampai 1931 Dahulu, rumah Dalem Loka difungsikan sebagai pusat pemerintahan dan juga tempat tinggal bagi para sultan yang berasal dari NTB. Sehingga bangunan Dalem Loka dapat dikatakan sebagai bangunan terbesar khas dari NTB. Rumah adat Dalem Loka merupakan rumah panggung dengan luas mencapai 904 meter persegi. Sehingga tidak heran rumah ini disebut dengan istana Dalem Loka, karena bangunannya yang luas dan megah. Pembagian ruang pada rumah Dalem Loka dibedakan berdasarkan tiga bagian, yakni bagian dalam, bagian depan, dan bagian luar. Bagian dalam, terdapat wilayah barat, timur, dan utara yang biasa digunakan sebagai tempat beribadah dan tempat berkumpul keluarga raja beserta sang permaisuri. Pada bagian depan rumah, terdapat Lunyuk Mas dan Lunyuk Agung. Kedua ruang tersebut biasa digunakan sebagai tempat berlangsungnya kegiatan adat istiadat masyarakat setempat. Serta di bagian luar, terdapat gapura besar dan lonceng. Keduanya merupakan benda yang digunakan sebagai penyambut tamu yang datang. Serta terdapat kebun luas pada bagian luar rumah. Rumah adat NTB jenis ini mengusung konsep rumah panggung pada desain bangunannya. Rumah Dalem Loka ditopang oleh tiang penyangga. Tidak tanggung-tanggung, bangunan ini ditopang tiang sebanyak 99 tiang. Jumlah tiang sebanyak 99 merupakan lambang dari jumlah Asmaul Husna. Selain itu, 99 tiang tersebut diyakini sebagai penopang segala masalah dunia yang dihadapi manusia. Rumah Adat Berugaq Sekapat Rumah Adat Berugaq Sekapat Rumah adat Berugaq Sekapat adalah salah satu rumah adat NTB, meskipun beberapa orang tidak meyakini bahwa rumah Beguraq Sekapat adalah rumah tradisional khas NTB. Akan tetapi bangunan ini mempunyai kegunaan yang cukup penting pada zaman dahulu, yakni sebagai tempat untuk menerima orang asing yang baru saja menginjakkan kaki di desa tersebut. Bentuk dari rumah adat Beguraq Sekapat menyerupai bentuk pondok kecil atau saung, karena bangunannya relatif kecil dan terbuka. Rumah Beguraq Sekapat memiliki luas tidak lebih dari 5 meter persegi dengan dilengkapi dengan empat tiang penyangga di setiap sudut bangunannya. Rumah adat Beguraq Sekapat merupakan bangunan terbuka tanpa dinding. Dengan dasar inilah, rumah adat Beguraq Sekapat dianggap sebagai bukan merupakan salah satu rumah adat yang ada di daerah NTB. Orang juga bertanya Apa rumah adat NTT? Pakaian tradisional NTB apa? Bahasa NTB apa? Bagaimana bentuk rumah adat NTB? Penutup Demikian penjelasan mengenai rumah adat NTB yang berhasil romadecade tulis buat kamu. Semoga tulisan sederhana ini mampu mengenalkan kita pada Indonesia beserta budayanya, tentunya semoga menambah rasa cinta kita kepada Indonesia. Rumah Adat NTBSumber Refrensi Ilustrasi Kebudayaan Nusa Tenggara Barat. Foto Tenggara Barat atau disingkat NTB adalah provinsi yang berada di bagian barat kepulauan Nusa Tenggara Indonesia. Provinsi ini memiliki 378 pulau kecil dan dua pulau pulau besar di Nusa Tenggara Barat yaitu Lombok yang mayoritas penduduknya merupakan suku Sasak dan pulau Lombok yang didominasi oleh suku Bima. Ibu kota provinsi Nusa Tenggara Barat adalah kota Mataram yang berada di Nusa Tenggara Barat sendiri memiliki beberapa kota dengan keanekaragaman budaya dan adat istiadat masing-masing. Ingin tahu apa saja keragaman di NTB? Simak ulasan lengkapnya di Kebudayaan Nusa Tenggara Barat. Foto Nusa Tenggara Barat yang BeragamDirangkum dari buku Ayo Mengenal Indonesia Nusa Tenggara oleh Taqiyya Putri NS, sama seperti darah lainnya, NTB juga memiliki suku, bahasa, rumah adat, pakaian, dan tarian daerah yang di Nusa Tenggara BaratAda banyak suku yang mendiami NTB seperti suku Sasak, Sumbawa, Bali, dan Jawa. Namun, mayoritas penduduk NTB adalah suku Sasak yang berasal dari Lombok. Sementara, kelompok etnis terbesar di Nusa Tenggara Barat adalah masyarakat Bima dan Daerah Nusa Tenggara BaratTercatat memiliki beberapa bahasa daerah yang digunakan oleh masyarakat Nusa Tenggara Barat, seperti bahasa daerah Sasak, Mbojo, Bojo dan Bali. Walaupun memiliki bahasa daerah yang beragam, sehari-harinya masyarakat setempat menggunakan bahasa Adat Nusa Tenggara BaratRumah adat dari Nusa Tenggara Barat yang paling terkenal yakni rumah adat sade berasal dari suku Sasak. Rumah adat ini terletak di desa Rembitan, Lombok Tengah. Sampai sekarang, masyarakat sekitar masih memegang teguh tradisi dan kelestarian rumah adat sade. Suku Sasak percaya bahwa untuk membangun rumah adat terdapat aturan yang harus dipatuhi. Misalnya waktu yang tepat untuk mendirikan rumah adat. Jika aturan tersebut diabaikan, akan ada nasib buruk ketika menempati rumah Adat Nusa Tenggara BaratPakaian adat suku Sasak bernama lambung. Pakaian ini dikenakan khusus oleh wanita pada waktu menyambut kedatangan tamu dan saat upacara adat mendakin atau lambung berwarna hitam dan memiliki bentuk kerah baju “V”. Pakaian ini dihiasi manik-manik pada tepian jahitan dan dilengkapi dengan selendang yang bercorak pada bahu kanan dan pakaian lambung merupakan kain panjang yang dililitkan pada pinggang. Pakaian ini juga dilengkapi aneka ragam aksesori seperti anting berbentuk bulat, gelang tangan dan bunga mawar yang terselip pada sanggulan Daerah Nusa Tenggara BaratTari oncer merupakan salah satu tari daerah suku Sasak. Tarian oncer dimainkan oleh tiga kelompok, di mana masing-masing kelompok terdiri dari 6-8 penari yang bertugas membaca kencang dan dua orang membawa gendang dan satu orang membawa lainnya yang perlu diketahui yakni bahwa, tari oncer selalu memerankan sosok laki-laki karena tari ini menggambarkan suasana perang. Namun, perannya bisa dilakukan oleh semua gender. Alat musik yang digunakan saat mementaskan tari ini adalah gendang, gong, ceng-ceng, rincik, suling, dan reong.